MATA KULIAH : PMM-A (Penyehatan
Makanan dan Minuman-A)
NAMA
DOSEN : KHIKI PURNAWATI KASIM, S.ST., M.Kes
LAPORAN PEMERIKSAAN SALMONELLA, VIBRIO
CHOLERA, SHIGELLA DAN E.COLI PADA SAMPEL MAKANAN (BAKWAN UDANG)

Disusun
Oleh :
Po.71.4.221.16.1.043
D.IV / II.B
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI D.IV
2018
=======================================================================
PEMERIKSAAN SALMONELLA
A.
Dasar Teori
Salmonella adalah kuman gram
negative, tidak berspora yang panjangnya bervariasi. Bakteri dari genus
salmonella merupakan bakteri penyebab infeksi. Jika tertelan dan masuk kedalam
tubuh akan menimbulkan gejala salmonellosis. Gejala salmonellosis yang paling
sering terjadi adalah gastroenteritis. Selain gastroenteritis, beberapa spesies
salmonella juga dapat menimbulkan gejala penyakit lainnya. Misalnya demam
entrik seperti demam thypoit dan demam para thypi, serta infeksi local.
Salmonella yang mencemari makanan
dapat berkembang biak secara cepat karena keadaan lingkungan yang panas dan
lembab menstimulir pertumbuhannya. Tempat-tempat yang memungkinkan terbesarnya
salmonellasis misalnya di rumah-rumah, rumah makan, asrama, hotel dan
sebagainya.
Salmonella mungkin terdapat pada
makanan dalam jumlah tinggi, tetapi tidak selalu menimbulkan perubahan dalam
hal warna, bau, maupun rasa dari makanan tersebut. Semakin tinggi jumlah
salmonella dalam suatu makanan, semakin besar timbulnya gejala infeksi.
Makanan-makanan yang sering terkontaminasi oleh salomenella yaitu telur dan
hasil olahannya, ikan dan hasil olahannya, daging ayam, daging sapi, serta
serta susu dan olahannyaseperti ice cream dan keju.
Gejala infeksi salmonella dimulai
dari masukknya sel salmonella keadaan saluran pencernaan dan masuk kedalam
saluran usu. Bakteri ini dapat melakukan penetrasi pada saluran usus terutama
pada ileum dan sedikit pada usus besar, sehingga menimbulkan reaksi imflasi.
Sel-sel salmonella kadang-kadang dapat menimbulkan system pertahanan mucosal
dan limpatik. Dan dapat mencapai saluran darah sehingga dapat menyebabkan
bakteremia atau apses.
Gejala-gejala infeksi yang timbul
setelah tertelannya sel-sel salmonella bervariasi tergantung dari daya virulen,
invsi dari serotype dan strain bakteri bakteri tersebut, jumlah sel yang
tertelan dan daya tahan tubuh yang dipengaruhi oleh umur dan kesehatan
penderita. Salmonella yang menyebabkan infeksi interik yang disertai dengan
diare tetapi ada beberapa serotype seperti salmonella typhi, S. parathypi A, B,
C, dan S.
Pencegahan kontaminasi salmonella
pada makanan dilakukan pemanasan. Pemanasan mmerupakan cara yang paling banyak
dilakukan untuk membunuh salmonella. Salah satu contoh pada telur. Pencucian
telur yang ditujukan untuk menghilangkan tanah dan kotoran sebaiknya dapat
menstimulir terjadinya salmonella thypi.
·
Pencucian telur dengan air hangat pada 65,6°C selama 3
menit dapat mengurangi salmonella thypi.
·
Larutan detergent pada suhu 49°C dapat mengurangi
salmonella pada permukaan telur
B.
Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini, yaitu :
Untuk mengetahui kandungan
salmonella pada sampel makanan (bakwan udang) yang diperiksa.
C.
Metode Pemeriksaan
a)
Alat
1.
Timbangan
2.
Glass
Erlenmeyer
3.
Incubator
4.
Tabung
reaksi
5.
Petridish
6.
Lambu
spritus
7.
Ose
8.
Beacker
glass
9.
Blender
10. Gelas ukur
11. Batang pengaduk
12. Autoclave
b) Bahan :
1.
Sampel
makanan (bakwan udang)
2.
Aquadest
3.
Media
Lactosa Broth
4.
Media
Endo Agar
5.
Media
gula-gula
6.
Media
TSIA
c) Prosedur Kerja
HARI I
1.
Sterilkan
tempat sebelum melakukan praktikum dan juga sterilkan tangan praktikum.
2.
Ambil
sampel dan timbang sebanyak 5 gram untuk makanan dan 10 untuk minuman.
3.
Sampel
dimasukkan ke dalam wadah plastik steril dan makanan yang dalam bentuk padat
dihaluskan.
4.
Encerkan
dengan aquadest
90 ml, apabila sampel
berkuah maka aquadest digantikan dengan kuah dari sampel.
5.
Pipet
1 ml sampel, dengan menggunakan pipet steril.
6.
Buka
tutup tabung reaksi berisikan Lactosa broth, kemudian flambir bibir tabung.
7.
Masukkan
sampel sebanyak 1 ml, flambir bibir tabung dan tutup.
8.
Inkubasikan
ke dalam incubator dengan suhu 37
C selama 1 x 24 jam..
HARI II
1.
Keluarkan
media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
2.
Lakukan
pembacaan, apabila media Lactosa broth mengalami perubahan warna dari jernih
menjadi keruh dan ada gas tabung durham
dicurigai terdapat salmonella.
3.
Pindahkan
ke media Endo agar apabila positif, dengan menggunakan 1-2 mata ose.
4.
Ambil
ose dan panaskan sampai merah dan diamkan beberapa saat.
5.
Buka
tutup tabung reaksi pada media pada media sebelumnya (Lactosa broth) dan
flambir bibir tabung.
6.
Ambil
1-2 mata ose dan pindahkan ke petridish yang berisikan Endo Agar dengan
membentuk zig-zag 4 kuadran.
7.
Flmabir
tutup petridish dan inkubasikan ke dalam incubator dengan suhu 37
C selama 1 x 24 jam.
HARI III
1.
Keluarkan
media dalam incubator yang telah diinkubasikan
selama 1 x 24 jam.
2.
Lakukan
pembacaan, apabila media Endo Agar terdapat coloni berwarna merah rose,
dilanjutkan pemeriksaan dengan media gula-gula
dan TSIA.
3.
Panaskan
mata ose sampai merah dan diamkan beberapa saat.
4.
Ambil
1-2 mata ose pada media sebelumnya (Endo agar) yang diperkirakan terdapat
koloni.
5.
Masukkan
pada media gula-gula, media gula-gula pertama berisikan (Maltosa). Sebelumnya
tutup tabung dibuka dan diflambir kemudian masukkan mata ose, flambir dan
tutup.
6.
Pindahkan
ose ke media gula-gula ke dua (Manit), mulut tabung yang berisi manit diflambir
dan masukkan ose 1-2 mata ose.
7.
Lakukan
cara yang sama untuk media gula-gula ketiga, empat, dan lima (Sakarosa,
Laktosa, dan Glukosa).
8.
Selanjutnya
pindahkan ose ke media TSIA, 1-2 mata ose.
9.
Flambir
bibir tabung dan goreskan dengan cara zig-zag pada lereng dan tusuk hingga ke
dasar, kemudian tarik ose secara
hati-hati.
10. Eramkan selama 1 x 24 jam dengan
suhu 37
C di dalam incubator.
HARI IV
1.
Keluarkan
media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
2.
Lakukan
pembacaan dengan menghubungkan pada tabel untuk menentukan jenis bakteri pada
media gula-gula (Mal, Manit, Sac, Lak, Glu). Apabila terjadi perubahan dari
dari warna biru menjadi kuning dan terdapat gelembung/gas dalam tabung durham
maka +AG dan apabila hanya terjadi perubahan warna saja dan tidak terdapat
gelembung gas dalam tabung durham maka
+A.
3.
Pada
media TSIA, apabila tusukan pertama ada warna hitam makan menandakan adanya gas
H2S dan pada lereng warna merah dengan dasar kuning.
D.
Hasil
Pengambilan Sampel
Jenis sampel
: Bakwan udang
Hari/Tanggal : Selasa, 03 April 2018
Waktu pengambilan
: 09.00 Wita.
Lokasi
:
Pinggir jalan (Depan pasar Pa’beng-baeng)
Pemeriksaan Sampel
Hari/tanggal : Selasa, 03-06 April 2018
Lokasi
: Lab. Mikrobiologi
Kampus Kesehatan Lingkungan
Parameter pemeriksaan
: Pemeriksaan Salmonella
Berdasarkan
praktikum yang telah kami lakukan dengan menggunakan sampel makanan (bakwan
udang), kami memperoleh hasil, bahwa :
|
No
|
Hari
|
Keterangan
|
|
1.
|
Hari I
|
Penanaman pada media Lactosa Broth
|
|
2.
|
Hari II
|
(+) Positif, terdapat warna keruh dan ada gas
dalam tabung durham.
|
|
3.
|
Hari III
|
(+) Positif, terdapat warna merah rose
pada media Endo agar.
|
|
4.
|
Hari IV
|
(+) Positif, terdapat warna kuning dan
terdapat gelembung gas dalam tabung durham.
(-) Negatif, tidak terdapat warna
dasar kuning pada bekas zig-zagka, dan juga tidak terdapat warna hitam pada
tusukan.
|
E.
Analisa
Hasil
Berdasarkan hasil yang kami peroleh setelah
melakukan praktikum pemeriksaan salmonella pada sampel bakwan udang yang kami
beli dari pedagang dipinggir jalan tepatnya di depan Pasar Pa’baeng-baeng yaitu
negative salmonella. Salmonella dapat berkembang biak dilingkungan yang panas
dan lembab, sedangkan kondisi lingkungan penjualan bakwan udang tersebut berada
ditempat yang terbuka. Hal ini merupakan poin pertama sehingga tidak ditemukan
adanya salmonella pada sampel (bakwan udang) tersebut. Lingkungan yang terbuka
dan terpapar dengan debu dapat mengakibatkan adanya bakteri-bakteri lain pada sampel
tersebut. Selain kondisi lingkungan yang dapat mengakibatkan makanan dan minuman
terkontaminasi dengan bakteri, juga keadaan penjamah makanan yang tidak mencuci
tangan terlebih dahulu sebelum menjamah makanan dan peralatan memasak serta
wadah yang digunakan yang keadaannya tidak bersih juga dapat mengakibatkan
terjadinya kontaminan. Berdasarkan PERMENKES RI NO.1098/Menkes/Per/VII/2003
tentang persyaratan hygiene sanitasi rumah makan dan restoran bahwa angka
koliform dalam makanan harus 0/gram.
F.
Kesimpulan
Berdasarkan dari praktikum yang telah kami lakukan, maka
kami dapat menyimpulkan bahwa pada pemeriksaan kandungan bakteri Salmonella
pada sampel bakwan udang yang kami beli di depan pasar pa’baeng-baeng negatif
mengandung bakteri Salmonella, tetapi kemungkinan terkontaminasi bakteri jenis
lain. Hal ini dikarenakan sampel tersebut positif pada tes perkiraan dan pada
tes penegasan, yang sebelumnya telah kami lakukan.
PEMERIKSAAN VIBRIO CHOLERA
A.
Dasar Teori
Vibrio cholera merupakan bakteri gram negatif, berbentuk
basil (batang) dan bersifat motil (dapat bergerak), memiliki struktur antogenik
dari antigen flagelar H dan antigen somatik O, gamma-proteobacteria, mesofilik
dan kemoorganotrof, berhabitat alami di lingkungan akuatik dan umumnya
berasosiasi dengan eukariot
Vibrio cholera adalah, gram
negatif non-spora membentuk, batang melengkung yang oksidase positif .
Hal ini sangat motil dan memiliki flagel kutub tunggal. Bakteri
adalah 1 - 3 pM oleh 0,5-0,8 pM, adalah anaerob fakultatif dan merupakan bagian
dari keluarga Vibronaceae ). Serogrup O1 (klasik dan Tor El biotipe)
dan O139 terutama bertanggung jawab untuk wabah kolera .
Serogrup patogen menghasilkan toksin kolera (CT), sedangkan strain patogen non
mungkin atau mungkin tidak memproduksi toksin Baru, V.cholerae strain serougroup O75
memiliki gen toksin kolera diisolasi dari pasien dengan diare berat, dan
serogrup O141 telah dikaitkan dengan sporadis kolera seperti diare dan infeksi
aliran darah di Amerika Serikat Beberapa serotipe dapat berfungsi sebagai
reservoir bagi toksin kolera fag genom . Serotipe yang tidak
menghasilkan toksin kolera masih dapat menyebabkan penyakit pada manusia (yaitu
enteritis)
Cholera umumnya merupakan penyakit yang
menyebar karna sanitasi yang buruk yang menyebabkan kontaminasi sumber air.
Cara ini jelas merupakan mekanisme utama penyebaran penyakit cholera dalam
lingkungan masyarakat miskin di Amerika selatan.
Kasus-kasus sporadic muncul karna kerang yang
diambil dari perairan pantai yang tercemar oleh kotoran, dimakan mentah.
Cholera dapat juga ditularkan oleh kerang yang dipanen dari air yang tidak
tercemar karena V. cholera O1 merupakan bagian dari Mikrobiota penghuni alami
perairan pantai.
Vibrio Cholera memproduksi racun Cholera,
model untuk Enteretoksin, yang tindakan pada epitel mukosa bertanggung jawab
atas diare karakteristik penyakit kolera. Dalam masnifestasi exterm, kolera
adalah salah satu penyakit fatal cepat paling dikenal seseorang yang sehat
dapat menjadi hipotensi satu jam setelah timbulnya gejala dan mungkin meninggal
dalam waktu 2-3 jam jika pengobatan tidak disediakan lebih umum, penyakit ini
berlangsung dari bangku cair pertama yang mengejutkan di 4-12 jam, dengan
kematian berikut dalam 18 jam untuk beberapa hari.
B. Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini, yaitu :
Untuk mengetahui kandungan Vibrio
cholera pada sampel makanan (bakwan udang) yang diperiksa.
C. Metode Pemeriksaan
a) Alat
1.
Timbangan
2.
Glass
Erlenmeyer
3.
Incubator
4.
Tabung
reaksi
5.
Petridish
6.
Lambu
spritus
7.
Ose
8.
Beacker
glass
9.
Blender
10. Gelas ukur
11. Batang pengaduk
12. Autoclave
b)
Bahan
:
1.
Sampel
makanan (bakwan udang)
2.
Aquadest
3.
Media
Pepton
4.
Media
TCBS
5.
Media
gula-gula
6.
Media
TSIA
c)
Prosedur
Kerja
HARI I
1.
Sterilkan
tempat sebelum melakukan praktikum dan juga sterilkan tangan praktikum.
2.
Ambil
sampel dan timbang sebanyak 5 gram untuk makanan dan 10 untuk minuman.
3.
Sampel
dimasukkan ke dalam wadah plastik steril dan makanan yang dalam bentuk padat
dihaluskan.
4.
Encerkan
dengan aquadest
90 ml, apabila sampel
berkuah maka aquadest digantikan dengan kuah dari sampel.
5.
Pipet
1 ml sampel, dengan menggunakan pipet steril.
6.
Buka
tutup tabung reaksi berisikan Pepton, kemudian flambir bibir tabung.
7.
Masukkan
sampel sebanyak 1 ml, flambir bibir tabung dan tutup.
8.
Inkubasikan
ke dalam incubator dengan suhu 37
C selama 1 x 24 jam..
HARI II
1.
Keluarkan
media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
2.
Lakukan
pembacaan, apabila media Pepton mengalami perubahan warna dari jernih menjadi
keruh dan ada gas tabung durham
dicurigai terdapat vibrio.
3.
Pindahkan
ke media TCBS apabila positif, dengan menggunakan 1-2 mata ose.
4.
Sebelumnya
panaskan mata ose sampai merah dan diamkan beberapa saat.
5.
Buka
tutup tabung reaksi pada media sebelumnya (Pepton) dan flambir bibir tabung.
6.
Ambil
1-2 mata ose dan pindahkan ke petridish yang berisikan TCBS dengan membentuk
zig-zag 4 kuadran.
7.
Flambir
tutup petridish dan inkubasikan ke dalam incubator dengan suhu 37
C selama 1 x 24 jam.
HARI III
1.
Keluarkan
media dalam incubator yang telah
diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
2.
Lakukan
pembacaan, apabila media TCBS terdapat coloni berwarna kuning, dilanjutkan
pemeriksaan dengan media gula-gula dan
TSIA.
3.
Panaskan
mata ose sampai merah dan diamkan beberapa saat.
4.
Ambil
1-2 mata ose pada media sebelumnya (TCBS) yang diperkirakan terdapat koloni.
5.
Masukkan
pada media gula-gula, media gula-gula pertama berisikan (Maltosa). Sebelumnya
tutup tabung dibuka dan diflambir kemudian masukkan mata ose, 1-2 mata ose, flambir
dan tutup.
6.
Pindahkan
ose ke media gula-gula ke dua (Manit), mulut tabung yang berisi manit diflambir
dan masukkan ose 1-2 mata ose.
7.
Lakukan
cara yang sama untuk media gula-gula ketiga, empat, dan lima (Sakarosa,
Laktosa, dan Glukosa).
8.
Selanjutnya
pindahkan ose ke media TSIA, 1-2 mata ose.
9.
Flambir
bibir tabung dan goreskan dengan cara zig-zag pada lereng dan tusuk hingga ke
dasar, kemudian tarik ose secara
hati-hati.
10. Eramkan selama 1 x 24 jam dengan
suhu 37
C di dalam incubator.
HARI IV
1.
Keluarkan
media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
2.
Lakukan
pembacaan dengan menghubungkan pada tabel untuk menentukan jenis bakteri pada
media gula-gula (Mal, Manit, Sac, Lak, Glu). Apabila terjadi perubahan dari
dari warna biru menjadi kuning dan terdapat gelembung/gas dalam tabung durham
maka +AG dan apabila hanya terjadi perubahan warna saja dan tidak terdapat
gelembung gas dalam tabung durham maka
+A.
3.
Pada
media TSIA, apabila tusukan pertama ada warna hitam makan menandakan adanya gas
H2S dan pada lereng warna merah dengan dasar kuning.
D. Hasil
Pengambilan Sampel
Jenis sampel
: Bakwan udang
Hari/Tanggal : Selasa, 03 April 2018
Waktu pengambilan
: 09.00 Wita.
Lokasi
: Pinggir jalan (Depan
pasar Pa’beng-baeng)
Pemeriksaan Sampel
Hari/tanggal : Selasa, 03-06 April 2018
Lokasi
: Lab. Mikrobiologi
Kampus Kesehatan Lingkungan
Parameter pemeriksaan
: Pemeriksaan Vibrio Cholera
Berdasarkan
praktikum yang telah kami lakukan dengan menggunakan sampel makanan (bakwan
udang) yang kami beli di depan pasar Pa’beng-baeng, kami memperoleh hasil,
bahwa :
|
No.
|
Hari
|
Keterangan
|
|
1.
|
Hari I
|
Penanaman pada media pepton alkalis.
|
|
2.
|
Hari II
|
(-) Negatif, ditandai dengan tidak
adanya perubahan warna pada media pepton alkalis.
|
E.
Analisa Hasil
Berdasarkan
hasil yang kami peroleh setelah melakukan praktikum pemeriksaan vibrio cholera
pada sampel bakwan udang yang kami beli dari pedagang dipinggir jalan depan
Pasar Pa’baeng-baeng yaitu negative mengandung bakteri Vibrio cholera. Dan pada
pemeriksaan sampel hanya dilakukan pada pemeriksaan awal, karena hasil yang
didapatkan negatif pada media pepton alkalis, ditandai dengan tidak adanya
perubahan warna pada media pepton alkalis.
Salah satu
faktor yang mendukung sehingga tidak adanya pertumbuhan bakteri vibrio cholera
pada sampel yang kami periksa yaitu pada sampel bakwan udang hanya terdapat
sedikit udangnya, sehingga pada saat pemeriksaan vibrio cholera tidak ada atau
tidak terbaca. Karena salah satu penjamah / proses penularan bakteri vibrio
cholera yaitu umumnya ditemukan pada makanan yang berasal dari hasil laut
seperti udang, ikan, dll.
F. Kesimpulan
Berdasarkan
dari praktikum yang telah kami lakukan, maka kami dapat menyimpulkan bahwa pada
pemeriksaan kandungan bakteri Vibrio Cholera pada sampel bakwan udang yang kami
beli di depan pasar pa’baeng-baeng negatif mengandung bakteri Vibrio Cholera.
Hal ini dikarenakan pada pembacaan hari ke 2 tidak terdapat perubahan pada
media alkalis, sehingga pada pemeriksaan vibrio cholera tidak kami lanjutkan
pada media selanjutnya. Karena pada tes perkiraan sudah negatif.
=======================================================================
PEMERIKSAAN SHIGELLA
A. Dasar Teori
Shigella adalah genus dari gram
negative, non motil, bakteri endo spor berbentuk tongkat yang berhubungan dekat
dengan Esherichia coli dan Salmonella. Shigella merupakan penyebab dari
penyakit shigellosis pada manusia. Bakteri ini menyebabkan disentri yang berat
dan invasive. Manifestasi klinis yang di timbulkannya dapat berupa diare sedang
sampai berat yang di sertai panas semua dengan sifat water (diare dengan
komposisi feces di dominasi cairan atau air) atau pun diare berdarah. Selama
ini digunakan antibiotic untuk mengobati “bloody diarrhea” (diare disertai
darah) dengan tujuan memperpendek masa sakit, menurunkan morbiditas dan
mengurangi durasi perubahan siklus hidupnya.
Habitat alami shigella disenteria
terbatas pada usus besar manusia dan binatang menyusui, dimana shigella
memproduksi eksitoksin yang tidak tahan panas yang mempengaruhi usus dan
susunan syaraf pusat. Penyebaran shigella selalu terbatas pada saluran
pencernaan, penyebaran pada aliran darah sangat jarang. Bakteri shigella dapat
menimbulkan penyakit yang sangat menular.
Ciri-ciri antaralain batang pendek,
gram negative, tunggal, tidak bergerak, suhu optimum 37°C, tidak membentuk
spora, aerobic, anaerobic fakultatif, patogenik, menyebabkan disenteri.
B.
Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini, yaitu :
Untuk mengetahui kandungan Shigella
pada sampel makanan (bakwan udang) yang diperiksa.
C.
Metode Pemeriksaan
a)
Alat
2.
Timbangan
3.
Glass
Erlenmeyer
4.
Incubator
5.
Tabung
reaksi
6.
Petridish
7.
Lambu
spritus
8.
Ose
9.
Beacker
glass
10. Blender
11. Gelas ukur
12. Batang pengaduk
13. Autoclave
b) Bahan :
1.
Sampel
makanan (bakwan udang)
2.
Aquadest
3.
Media
SS Agar
4.
Media
TSIA
c) Prosedur Kerja
HARI I
1.
Sterilkan
tempat sebelum melakukan praktikum dan juga sterilkan tangan praktikum.
2.
Ambil
sampel dan timbang sebanyak 5 gram untuk makanan dan 10 untuk minuman.
3.
Sampel
dimasukkan ke dalam wadah plastik steril dan makanan yang dalam bentuk padat
dihaluskan.
4.
Encerkan
dengan aquadest
90 ml, apabila sampel
berkuah maka aquadest digantikan dengan kuah dari sampel.
5.
Pindahkan
sampel ke media SS agar dengan menggunakan 1-2 mata ose.
6.
Panaskan
ose dan diamkan beberapa saat.
7.
Buka
tutup petridish dan goreskan membentuk zig-zag 4 kuadran.
8.
Flambir
tutup petridish dan inkubasikan ke dalam incubator dengan suhu 37
C selama 1 x 24 jam
HARI II
1. Keluarkan media dalam incubator yang
telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
2. Lakukan pembacaan, apabila media SS
Agar terdapat pertumbuhan coloni dengan warna bening/jernih maka dilanjutkan pada
pemeriksaan dengan media TSIA dan apabila negatif (-) maka tidak dilanjutkan.
3. Panaskan mata ose dan diamkan
beberapa saat.
4. Ambil 1-2 mata ose pada media sebelumnya (SS Agar) yang
diperkirakan terdapat koloni.
5. Flambir bibir tabung pada media TSIA
dan gorekan dengan cara zig-zag pada lereng dan tusuk hingga ke dasar, kemudian
tarik ose ke atas secara hati-hati, flambir dan tutup.
6. Inkubasikan ke dalam incubator
dengan suhu 37
C selama 1 x 24 jam.
HARI III
1.
Keluarkan
media dalam incubator yang telah diinkubasikan
selama 1 x 24 jam.
2.
Lakukan
pembacaan, dengan mengamati pertumbuhan di media TSIA. Pertumbuhan yang sama
dengan daftar tersebut dikerjakan slide agglutinasi dengan secara diagnostika.
Kemudian dari koloni TSIA baik yang tersangka golongan shigella maupun
yang tidak tersangka, ditanam pada media
gula-gula dan agar, kemudian dimasukkan ke incubator dengan suhu 37
C selama 1 x 24 jam.
HARI IV
1. Mengamati pertumbuhan pada media
gula-gula dan kemudian dicocokkan dengan daftar media gula-gula.
D.
Hasil
Pengambilan Sampel
Jenis sampel
: Bakwan udang
Hari/Tanggal : Selasa, 03 April 2018
Waktu pengambilan
: 09.00 Wita.
Lokasi
: Depan pasar
Pa’beng-baeng
Pemeriksaan Sampel
Hari/tanggal : Selasa, 03-06 April 2018
Lokasi
: Lab. Mikrobiologi
Kampus Kesehatan Lingkungan
Parameter pemeriksaan
: Pemeriksaan Shigella
Berdasarkan
praktikum yang telah kami lakukan dengan menggunakan sampel makanan (bakwan
udang), kami memperoleh hasil, bahwa :
|
No.
|
Hari
|
Keterangan
|
|
1.
|
Hari I
|
Penanaman
|
|
2.
|
Hari II
|
(-) Negatif, ditandai dengan tidak
adanya warna kuning jernih pada media SS Agar.
|
E.
Analisa Hasil
Berdasarkan
hasil yang kami peroleh setelah melakukan praktikum pemeriksaan vibrio cholera
pada sampel bakwan udang yang kami ambil dari pedagang dipinggir jalan depan
Pasar Pa’baeng-baeng yaitu negative mengandung bakteri Vibrio cholera. Dan pada
pemeriksaan sampel hanya dilakukan pada pemeriksaan awal, karena hasil yang
didapatkan negatif pada media pepton alkalis, ditandai pada media SS Agar yang
tidak berwarna, tidak jernih, dan tidak kecil-kecil.
Salah satu
faktor yang mendukung sehingga tidak adanya pertumbuhan bakteri Shigella pada
sampel yang kami periksa yaitu karena pada tempat penjualannya menggunakan
lemari kaca yang tertutup rapat, sehingga tidak mamugkinkan lalat untuk masuk.
Karena lalat merupakan salah satu vektor penularan bakteri shigella. Hal lain
yang juga mendukung sehingga tidak terdapat bakteri shigella pada sampel
dikarenakan bakteri shigella tidak dapat bertahan pada saat proses penggorengan
bakwan udang tersebut,.
F.
Kesimpulan
Berdasarkan dari praktikum yang telah kami lakukan, maka kami
dapat menyimpulkan bahwa pada pemeriksaan kandungan bakteri Shigella pada
sampel bakwan udang yang kami beli di depan pasar pa’baeng-baeng negatif
mengandung bakteri Shigella. Hal ini dikarenakan pada pembacaan hari ke 2 tidak
terdapat warna kuning jernih pada media SS agar, sehingga pada pemeriksaan
shigella tidak kami lanjutkan pada media selanjutnya. Karena pada tes perkiraan
sudah negatif.
=======================================================================
PEMERIKSAAN E.COLI
A.
Dasar Teori
Escherichia coli, atau biasa disingkat E. coli, adalah salah satu
jenis spesies utama bakterigram
negatif. Pada umumnya,
bakteri yang ditemukan oleh Theodor
Escherich ini dapat
ditemukan dalam usus besarmanusia. Kebanyakan E. Coli tidak berbahaya, tetapi
beberapa, seperti E. Coli tipe O157:H7, dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada
manusia yaitu diare berdarah karena eksotoksin yang dihasilkan bernama verotoksin.[1] Toksin ini bekerja dengan cara menghilangkan satu basa adenin dari unit 28S rRNA, sehingga menghentikan sintesis protein.
Sumber bakteri ini contohnya adalah daging yang belum
masak, seperti daging hamburger yang belum matang.E. Coli yang tidak
berbahaya dapat menguntungkan manusia dengan memproduksi vitamin
K2, atau dengan mencegah baketi lain di dalam usus. E.
coli banyak digunakan dalam teknologi rekayasa
genetika. Biasa digunakan
sebagai vektor untuk menyisipkan gen-gen tertentu yang diinginkan untuk dikembangkan. E. coli
dipilih karena pertumbuhannya sangat cepat dan mudah dalam penanganannya.
Negara-negara di eropa sekarang sangat mewapadai penyebaran bakteri E.Coli ini,
mereka bahkan melarang mengimpor sayuran dari luar.
E.
coli menjadi patogen jika jumlah bakteri ini dalam
saluran pencernaan meningkat atau berada di luar usus.E. coli menghasilkan
enterotoksin yang menyebabkan beberapa kasus diare.E. coli berasosiasi
dengan enteropatogenik menghasilkan enterotoksin pada sel epitel (jawetz et
al., 1995).Manifestasi klinik infeksi oleh E. coli bergantung pada
tempat infeksi dan tidak dapat dibedakan dengan gejala infeksi yang disebabkan
oleh bakteri lain (jawetz et al., 1995). Penyakit yang disebabkan oleh E.
coli yaitu :
1.
Infeksi saluran kemih
E. coli merupakan
penyebab infeksi saluran kemih pada kira-kira 90 % wanita muda.Gejala dan
tanda-tandanya antara lain sering kencing, disuria, hematuria, dan piuria.Nyeri
pinggang berhubungan dengan infeksi saluran kemih bagian atas.
2. Diare
E. coli yang
menyebabkan diare banyak ditemukan di seluruh dunia.E. coli diklasifikasikan
oleh ciri khas sifat-sifat virulensinya, dan setiap kelompokmenimbulkan
penyakit melalui mekanisme yang berbeda.
3.
Sepsis
Bila pertahanan
inang normal tidak mencukupi, E. coli dapat memasuki aliran darah dan
menyebabkan sepsis.
4. Meningitis
E. coli dan
Streptokokus adalah penyebab utama meningitis pada bayi.E. coli merupakan
penyebab pada sekitar 40% kasus meningitis neonatal (Jawetz et al.,
1996).
B.
Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini, yaitu :
Untuk mengetahui kandungan bakteri
E.Coli pada sampel makanan (bakwan udang) yang diperiksa.
C.
Metode Praktikum
a)
Alat
1.
Timbangan
2.
Glass
Erlenmeyer
3.
Incubator
4.
Tabung
reaksi
5.
Petridish
6.
Lambu
spritus
7.
Ose
8.
Beacker
glass
9.
Blender
10. Gelas ukur
11. Batang pengaduk
12. Autoclave
b) Bahan :
1.
Sampel
makanan (bakwan udang)
2.
Aquadest
3.
Media
Pepton
4.
Media
TCBS
5.
Media
gula-gula
6.
Media
TSIA
c) Prosedur Kerja
HARI I
1.
Sterilkan
tempat sebelum melakukan praktikum dan juga sterilkan tangan praktikum.
2.
Ambil
sampel dan timbang sebanyak 5 gram untuk makanan dan 10 untuk minuman.
3.
Sampel
dimasukkan ke dalam wadah plastik steril dan makanan yang dalam bentuk padat
dihaluskan.
4.
Encerkan
dengan aquadest
90 ml, apabila sampel
berkuah maka aquadest digantikan dengan kuah dari sampel.
5.
Pipet
1 ml sampel, dengan menggunakan pipet steril.
6.
Buka
tutup tabung reaksi berisikan EC.Medium, kemudian flambir bibir tabung.
7.
Masukkan
sampel sebanyak 1 ml, flambir bibir tabung dan tutup.
8.
Inkubasikan
ke dalam incubator 1 x 24 jam dengan suhu 37
C selama.
HARI II
1. Keluarkan
media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
2. Lakukan
pembacaan, apabila media EC.Medium mengalami perubahan warna dari jernih
menjadi keruh dan ada gas tabung durham
dicurigai terdapat E.Coli.
3. Pindahkan
ke media Endo agar apabila positif, dengan menggunakan 1-2 mata ose
4. Sebelumnya
panaskan mata ose sampai merah dan diamkan beberapa saat.
5. Buka
tutup tabung reaksi pada media sebelumnya (EC.Medium) dan flambir bibir tabung.
6. Ambil
1-2 mata ose dan pindahkan ke petridish yang berisikan Endo Agar dengan
membentuk zig-zag 4 kuadran.
7. Flambir
tutup petridish dan inkubasikan ke dalam incubator dengan suhu 37
C selama 1 x 24 jam.
HARI III
1.
Keluarkan
media dalam incubator yang telah
diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
2.
Lakukan
pembacaan, apabila media Endo Agar terdapat coloni berwarna kuning, dilanjutkan
pemeriksaan dengan media gula-gula dan
TSIA.
3.
Panaskan
mata ose sampai merah dan diamkan beberapa saat.
4.
Ambil
1-2 mata ose pada media sebelumnya (Endo agar) yang diperkirakan terdapat
koloni.
5.
Masukkan
pada media gula-gula, media gula-gula pertama berisikan (Maltosa). Sebelumnya
tutup tabung dibuka dan diflambir kemudian masukkan mata ose, 1-2 mata ose,
flambir dan tutup.
6.
Pindahkan
ose ke media gula-gula ke dua (Manit), mulut tabung yang berisi manit diflambir
dan masukkan ose 1-2 mata ose.
7.
Lakukan
cara yang sama untuk media gula-gula ketiga, empat, dan lima (Sakarosa,
Laktosa, dan Glukosa).
8.
Selanjutnya
pindahkan ose ke media TSIA, 1-2 mata ose.
9.
Flambir
bibir tabung dan goreskan dengan cara zig-zag pada lereng dan tusuk hingga ke
dasar, kemudian tarik ose secara
hati-hati.
10. Eramkan selama 1 x 24 jam dengan
suhu 37
C di dalam incubator.
HARI IV
1.
Keluarkan
media dalam incubator yang telah diinkubasikan selama 1 x 24 jam.
2.
Lakukan
pembacaan dengan menghubungkan pada tabel untuk menentukan jenis bakteri pada
media gula-gula (Mal, Manit, Sac, Lak, Glu). Apabila terjadi perubahan dari
dari warna biru menjadi kuning dan terdapat gelembung/gas dalam tabung durham
maka +AG dan apabila hanya terjadi perubahan warna saja dan tidak terdapat
gelembung gas dalam tabung durham maka
+A.
3.
Pada
media TSIA, apabila tusukan pertama ada warna hitam makan menandakan adanya gas
H2S dan pada lereng warna merah dengan dasar kuning.
D.
Hasil
Pengambilan Sampel
Jenis sampel
: Bakwan udang
Hari/Tanggal
: Selasa, 03 April 2018
Waktu pengambilan
: 09.00 Wita.
Lokasi
: Pingggir jalan (Depan pasar
Pa’beng-baeng)
Pemeriksaan Sampel
Hari/tanggal
: Selasa, 03-06 April 2018
Lokasi
: Lab. Mikrobiologi
Kampus Kesehatan Lingkungan
Parameter pemeriksaan
: Pemeriksaan E.Coli
Berdasarkan praktikum yang telah
kami lakukan dengan menggunakan sampel makanan (bakwan udang), kami memperoleh
hasil, bahwa :
|
No.
|
Hari
|
Keterangan
|
|
1.
|
Hari I
|
Penanaman
media Ec.Medium
|
|
2.
|
Hari II
|
(+)
Positif, terdapat warna keruh dan ada gas dalam tabung durham.
|
|
3.
|
Hari III
|
(+)
Positif, terdapat warna gelap dan tidak ada kilatan logam pada media endo
agar.
|
|
4.
|
Hari IV
|
(+)
Positif, terdapat warna kuning dan terdapat gelembung/gas pada tabung durham
pada media gula-gula.
(-) Negatif, tidak ada warna dasar kuning pada
zig-zagkan, dan tusukan juga tidak berwarna hitam pada media (TSIA).
|
E.
Analisa Hasil
Berdasarkan hasil
praktikum yang telah di lakukan pada sampel makanan (bakwan udang) yang
kami periksa pada tes lengkap negative (-) tidak tercemar bakteri E.coli, namun
jika di analisis sampel bakwan udang tersebut tercemar oleh bakteri namun bukan
E.Coli itu sendiri, melainkan berupa bakteri. Dari hasil tersebut ada beberapa factor yang memungkinkan terjadinya pencemaran
bakteri atau terkontaminasi bakteri salah satunya ialah peralatan yang di
gunakan untuk menyimpan atau mengolah makanan dan minuman tersebut kurang di
perhatikan hyegiene kebersihannya dan factor lainnya yaitu karena penjamah
makanan itu sendiri yang kurang memperhatikan
hyegiene sanitasinya, dimana bisa saja pada saat mengolah makanan dan
minuman penjamah tidak menggunakan sarung tangan plastic dan langsung memegang
makanan tersebut, sehingga pada proses
pengolahan makanan terjadi kontaminasi dengan bakteri, namun tidak di
ketahui jenis bakteri yang terkontaminasi pada sampel tersebut karena
pemeriksaan di lakukan untuk mengidentifikasi bakteri E.coli pada makanan dan
minuman , di mana apabila makanan dan minuman tersebut di konsumsi manusia bisa
saja menyebabkan gangguan kesehatan karena terkontaminasi bakteri lain yang
bukan E.coli.
F.
Kesimpulan
Berdasarkan dari praktikum yang
telah kami lakukan, maka kami dapat menyimpulkan bahwa pada pemeriksaan
kandungan bakteri E.Coli pada sampel bakwan udang yang kami beli di depan pasar
pa’baeng-baeng negatif mengandung bakteri E.Coli, tetapi kemungkinan
terkontaminasi bakteri jenis lain. Hal ini dikarenakan sampel tersebut positif
pada tes perkiraan dan pada tes penegasan, yang sebelumnya telah kami lakukan.
DAFTAR PUSTAKA
Evi
Nursyafitri, 2016, Laporan
Penyehatan Makanan dan Minuman, https://evinursyafitrisyamsul.blogspot.co.id/2016/04/rekapan-laporan-praktikum-pmm.html
Diakses
pada tanggal 30 April 2016
Takbir, 2016, Materi Shigella, http://takbir014.blogspot.co.id/2016/01/shigella-dysentriae.html
diakses pada 5 April 2017
Juliana
Mutmainna, 2017, Laporan Praktikum, http://julianamutmainna.blogspot.in/?m=1
diakses pada tanggal 13 Juni 2017